Laman

Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Friday, August 7, 2015

Antara Kami dan Keindahan Gunung Prau

Gunung prau merupakan gunung yang terdapat di Dataran Tinggi Dieng tepat di perbatasan Kabupaten Kendal dengan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Gunung yang memiliki ketinggian 2565 mdpl ini kerap dipandang sebelah mata oleh para pendaki Indonesia. Lebih parahnya lagi  nama gunung ini seolah-olah hilang tertelan dengan nama besar gunung-gunung yang terletak tidak jauh dari gunung prau, gunung tersebut adalah sindoro dan sumbing. Tapi gunung ini memiliki pesona tersendi yang tidak kalah dengan gunung-gunung yang terkenal di kalangan pendaki Indonesia, seperti gunung yang terletak tidak jauh dari gunung ini.

Gunung ini dapat ditempuh melalui beberapa jalur Alternatif Pendakian. Lewat jalur utara, bisa melalui kabupaten Kendal , semisal dari Desa Kenjurang yang berada di Kecamatan Sukorejo. Jarak tempuh perjalanan kurang lebih 6 Jam.

Alternative lain jalur pendakian bisa dilakukan melalui Jalur selatan, yaitu lewat Dataran Tinggi Dieng atau  Desa Patak Banteng. Jalur ini relatif singkat, hanya sekitar 3 jam  namun lumayan terjal. Saat itu kami memutuskan untuk melewati jalur selatan. Berikut perjalanan kami menikmati keindahan alam Indonesia.

Sudah menjadi kebiasaan yang dimana setiapa bulan syawal saya bersama teman – teman menyusuri keindahan alam Indonesia.  Perjalanan itu kami awali pada tahun 2013 dimana tauhn itu kami baru saja lulus dari sekolah tingkat SLTA. Alhamdulilah pada 6 syawal tahun ini kami masih bisa menyusuri keindahan Indonesia dari sudut Gunung Prau.

Perjalanan kami mulai dari Tegalrejo Magelang tepatnya dari gubuk sederhana milik orangtua saya. Saat itu  kami bertiga yang berangkat dari tegalrejo karena yang lain sudah berangkat dari rumah mereka masing-masing. Tidak masalah sih mereka berangkat dari rumah masing-masing atau tidak karena kami sudah menentukan tempat pertemuan kami yaitu di rumah seorang teman yang juga akan bergabung bersama kami. Tempat rumah belia sedikit unik karna nama desanya bulan yang bisa kita tempuh tanpa mengunakan apola dan mungkin itu tempat satu-satunya yang ke bulan tanpa apolo. Hahaha
Suasan Di Rumah Teman

Jarum jam kami sudah menjorok ke kanan menunjukkan hari telah sore. Sekitar jam 04.00 kami sampai di desa bulan. Dengan keadaan yang sedikit lelah kami beranjak memarkirkan motor kami dan masuk ke rumah teman tempat kami janjian, tanpa di duga saya terkejut ketika membuka pintu, ada teman yang lama tidak berjumpa berada di ruang tamu ingin ikut petualangan menikmati keindahan Indonesia. Setelah beberapa menit kami saling bincang-bincang dan istiraha kami menyempatkan diri silaturahmi ke rumah teman semasa masih duduk di bangku sekolah. Karna hari sudah menjelang malam kami pun melanjutkan perjalanan kami, tepatnya sekitar pukul 18.00 WIB dimana lagit sudah mulai gelap.



Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh dan melelahkan , ahirnya kami sampai di perbatasan temanggung wonosobo. Di sini kami silaturahmi ke seorang teman seperjuangan ketika masa sekolah SLTA. Waktu telah menunjukkan 19.30 WIB, menandakan kita harus segera beranjak meneruskan perjalana. Sepanjang perjalanna kita ditemana dengan suasana dinginnya pegunungan wonosbo hingga kami menyempatkan diri untuk berhenti sejenak dari perjalanna dan mencoba menghanggatkan tubuh kita denga berbagai cara, ada yang memake jaket 2 buah, memake sarung hingga penutup kepala. Setela kita merasa cukup hangat kami-pun melanjutkan perjalana.



Sekitar pukul 22.20 WIB kami-pun sampai di sebuah desa tempat tujuan kami. Di desa ini kami silaturahmi ke teman yang juga seperjuangan waktu masa SLTA. Di rumah teman ini-lah kami akan menginap sementara. Setelah kami masuk dan berbincang bincang-bincang, tak terasa waktu berjalan begitu cepat hinga kami tak sadar bila jam telah menunjukkan pukul 12.10 WIB yang mengharuskan kami untuk segera mendaki menuju Gunung Prau. Dengan keadaan  yang masih lelah dan belum tidur, kami mendaki dengan perlahan. Karna kami mendaki di malam hari mengakibatkan kami tidak bisa menikmati Susana sekitar selama perjalanan. Setelah lama kita melangkah tiba – tiba teman kami ada yang tidak kuat lagi untuk melanjutkan perjalana dan memutuskan untuk kembali turu dan beristirahat, sementara kami melanjutkan perjalanan.


Setelah melakukan perjalanan yang cukup lama, ahirnya kami sampai di puncak Gunung Prau. Suasana malam di puncak dengan tenda-tenda pendaki yang berdiri memberikan keindahantersendiri, hinga kami lupa akan perjalana yangbegitu melehakan. Setelah kami menikmati suasan, kami memutuskan untuk solat syubuh terlebih dahulu karna waktu telah menunjukkan 4.30 WIB. Setelah kami solat kami hanya bisa duduk-duduk di sebuah pohon tumbang karna kami tidak membawa perlengkapan pendakian seperti tenda, kompor dan sebagainya.



Setelah menunggu ahirnya keindahan demi keindahan mulai menampakkan diri dan terlukis jelas di bola mata kami. Seolah alam ingin bicara kepada kami “ ini ibu pertiwi tempat lahirmu” menyiratkan kepada kami, betapa beruntungnya kami terlahir di bumi pertiwi yang begitu indah meski kita lihat dari sudut manapun. Kami semakin tak mampu menahan haru ini ketika matahari mulai menampakka diri. Di tengah keharuan itu Terdenga suara orang-orang berteria “sunres ….sunres….sunres” member isarat kepada para pendaki yang berada di tendanya masing-masing.


Waktu terus berjalan, semakin lama hamparan keindahan mulai tercipta.  Terlihat jelas dari atas  Gunung Prau ini sebuah telaga yang juga menjadi objek wisata favorit di dataran tinggi diang, bila tidak salah telaga itu namanya Telaga Warna. Entah nama itu berasal dari mana, kami-pun tidak mengetahun persis.



Disudut yang lain, bola mata ini melukiskan keindahan yang berbeda. Gunung-gunung berdiri tegak  seakan saling berlomba memperlihatkan kegagahannya. Sekitar hanya sepelemparan batu jarak  gunung-gunung itu berada,ketika mata ini melukiskan. Seolah ingin menggambarkan kepada kami, betapa kecilnya kami di dunia ini.



Saat kami palingkan wajah ini,  tampak ratusan pendaki dengan raut wajah yang ceria seolah tidak ada beban di pundak. Mereka sibuk mengabadikan momen-momen yang ada dengan kamera mereka. Begitu pula dengan kami yang sibuk menikmati keindahan dan mengabadikan momen yang ada.

Sudah cukup lama kami meniktai peamdangan tak tersa waktu sudah beranjak siang. Kami memutuskan untuk beranjak turun dari puncak gunung prau. setelah berjalan cukup lama ahirnya kami sampai di rumah teman tempat kita singgah tadi malam. sebenarnya hari itu kami berencana untuk mengadiri pembukaan Dieng Culture Festival 2015 namun karna kami sudah capek, akhirnya 
kami memutuskan untuk tidak jadi menghadii kegiatan tersebut dan pulang ke rumah kami 
masing masing.





Friday, July 3, 2015

Menjelajahi Potensi Kabupaten Magelang

Kabupaten magelang  terletak di tengah pulau jawa, dengan dikelilingi gunung-gunung (Merapi, Merbabu, Andong, telomoyo,Sumbing) dan pegunungan Menoreh. Selain itu, kabupaten magelang berada dipersimpangan lalu lintas wisata antara semarang-magelang- Yogyakarta dan purworejo-temanggung,sehingga menjadi wilaya yang setrategis sebagai tujuan wisata untuk para wisatawan.
Banya hal yang ditawarkan kabupaten magelang kepada wisatawan, antara lain keadaan alam kabupaten magelang yang indah denga gunung dan pegunungan yang mengelilinginya, budaya yang beragam ,cerita sejarah  yang hidup di masyarakat, karya seni masyrakat, dan masih banya yang lainnya. Bagi wisatawan yang ingin berkuncung ke kabupaten magelang, saya bantu melauli artikel ini. mulai dari perjalalan menuju magelang,Hotel/ pemginapa, objek wisata yang ada, dan pusat oleh-oleg magelang.
sumber youtube

Perjalanan menuju Kabupaten Magelang
Untuk menuju ke kabupaten magelang, bisa melalui perjalanan darat maupun udarah. Bagi wisatawan yang menggunakan pesawat terbang,  bisa melalui bandara adi sucipto Yogyakarta. Dari bandara. Wisatawan melanjutkan perjalanan darat   sekitar 40 km. perjalanan di tempuh mengunakan kendaraan roda 4 sekitar 1 jam dari bandara adi suciptoyogyakarta. Berikut peta menuju kabupaten magelang dari Jogjakarta.

Penginapan/ hotel di magelang

Bagi wisatawan yang butuh penginapan di kabupaten magelang adan beberapa rekomendasi yang bisa di pilih sesuwe keinginan. Di sini saya hanya akan mendiskripsikan salah satu Hotel yaitu  Atria Hotel & Conference Magelang. tapi jangan kawatir bagi yang ingin menginap di tempat lain saya berikan daftar hotel yang ada di magelang pada akhir deskripsi Atria Hotel & Coference brikut ini.


Lokasi

 Atria Hotel & Conference yang merupakan Hotel bintang 4 berada di Jl. Jenderal Sudirman No. 42, Magelang. dapat dicapai dalam waktu sekitar 60 menit berkendara dari Adi Sutjipto Yogyakarta..

Fasilitas Umum

Free Wifi tersedia di area umum. Hotel juga menyediakan : Has 24 Hour Room Service, Room Service, Carpark, Safety Deposit Box, Wifi Public Area, Coffee Shop, Restaurant, Elevator, Meeting Facilities, Smoking Area, Air Conditioning, Non Smoking Room, Bar, Breakfast Buffet, Desk, In Room Safe, Television, Shower, Minibar, Cable Tv, Laundry Service, Tours, Has 24 Hour Front Desk, Luggage Storage, Bellboy Service, Newspaper Stand, Fitness, Massage, Fitness Center, Spa, Outdoor Pool, Children Pool, Valet Parking, Airport Transfer Surcharge, Transfer Service. Area parkir tersedia.

Berikut ini daftar hotel di magelang yang bisa menjadi pilihan.
NO
NAMA HOTEL/PENGINAPAN
KLASIFIKASI
ALAMAT
NO. TELP
1
Mesa Stila
1 Bintang 5
Ds. Losari, Grabag, Magelang PO. BOX 108 Magelang 56100
Ph. (0298) 596333 Fax. (0298) 592696
2
Grand Artos Aerowisata Hotel & Convention
Bintang 4
Jl. Mayjend Bambang Sugeng No. 1 Mertoyudan, Magelang
Ph. (0293) 3218888 Fax. (0293) 78880
3
Hotel AmanJiwo
Bintang3
Ds. Majaksingin,Borobudur,Magelang
Ph. (0293)788333 Fax. (0293) 788355
4
Manohara
Non Bintang
Jl. Badrawati Borobudur Magelang (Komplek Taman Wisata Candi Borobudur)
) Ph. (0293) 788131 Fax. (0293) 788679

5
Borobudur
Non Bintang
. Jl. Pramudya Wardani No. 39 Borobudur, Magelang
Ph (0293) 788258


Objek Wisata di kabupaten magelang

Objek wisata yang berada di Kabupaten Magelang di bagi dua atas wisata alam dan wisata budaya.Objek wisata alam yang menarik yakni Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro dan Gunung Telomoyo, Gunung Andong dan Gunung Kekep. wisata budaya adalah berbagai situs sejarah seperti Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Canggal, Candi Gunungwukir,Candi Lumbung, Candi Pendem, Candi Aso, Candi Ngawen dan Candi selogriyo.Selain itu Magelang mempunyai dua sungai besar yang sering digunakan untuk wisata arung jeram yaitu Sungai Elo dan Sungai Progo. Wisata alam juga dikembangkan di daerahdataran tinggi dilengkapi dengan fasilitas outbond dan penginapan antara lain Ketep Pass, Mangli Wana Villas, dan Kopeng. Dengan kontur tanah yang ada di Kabupaten Magelang, banyak sekali obyek obyek wisata air terjun Kedung Kayang, Air Terjun Sekar Langit, dan Air Terjun Seloprojo.
Deskripsi lebih lengkanya untuk beberapa objek wisata akan saya berikan melaui artikel ini. berikut objek wisata yang saya deskripsikan:

1.      Candi Borobudur

Kabupaten Magelang memiliki objek wisata budaya yang dapat menarik wisatawan asing maupun lokal. Salahsatu objek wisata yang paling terkenal adalah Candi Borobudur merupakan obyek wisata andalan Provinsi Jawa Tengah yang kini mendapat perlindungan dari UNESCO sebagai warisan dunia (World Heritage).

2.Ketep Pass



Merupakan wisata alam yang menawarkan keindahan gunug merapi dari kejauhan. Agar bisa menikmati keindahan yang di tawarkan sebaiknya dating pada siang hari, karna pada pagi atau sore hari sering tertutup kabut sehingga menghalangi pemandangan.


3. Air Terjun Kedung Kayang



Air terjun Kedung Kayang terletak diantara gunung Merapi & gunung Merbabu. Tinggi air terjun Kedung Kayang sekitar 40 meter, air terjun ini adalah sangat deras dan cukup dingin. Air terjun Kedung Kayang terletak sekitar 3km dari gardu pandang Ketep pass, 

itu tadi beberapa objek wisata yang bisa saya jelaskan pada kesempatan kali ini. untuk objek wisata yang lain mungkin bisa saya berikan di artikel saya berikutnya.

selain objek wisata kabupaten magelang juga memiliki makanan khas, jajanan pasar, danoleh-oleh khas magelang.

Masakan
Kabupaten Magelang memiliki beberapa masakan khas, yaitu:

Jajan Pasar
Kabupaten Magelang memiliki beberapa jajan pasar khas, yaitu:

Oleh-Oleh
Kabupaten Magelang memiliki beberapa oleh-oleh khas, yaitu:
Salak Nglumut Magelang



Monday, June 29, 2015

Playon Menyusuri Keindahan Jawa Tengah


Mengenal jawa tengah ? ya . bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bisa dengan belajar  budaya, adat istiadat, kehidupan masyarakat,berkunjung ke tempat wisata, Dll. Setiap orang berhak memilih caranya masing-masing. Begitu pula dengan saya yang memilih menggenal jawa tenggah dengan mengunjugi tempat- tempat wisata di jawa tenggah.untuk menuju ke tempat wisata saya lelarian atau dalam bahasa jawa  bisa disebut mlayu atau playon. Dimana itu adalam olahraga kecintaan saya.

Kecintaan saya terhadap dunia lari berawal sejak duduk di bangku sekolah dasar, lebih tepatnya saat saya mengikuti lomba popda tingkat kecamatan pada tahun 2006. Setiap hari saya berlatih di tempat yang sama, hal itu membuat saya bosan.  Berawal dari kebosanan di tempat  latihan itulah saya memutuskan berlatih dengan berlari menyusuri tempat tempat di jawa tenggah. Meskipun terkadang saya juga seperti masyarakat umunnya, mengunakan kendaraan untuk sanpai ke tempat wisata. Baru  kemudian  lelarian di tempat wisata yang saya tuju untuk menikmati keindahannya.

Magelang tempat pertama yang saya jelajahi dengan kegiatan lelarian kali ini. Kanapa sih megelang ? selain karena ini tempat kelahiran saya, juga kerena magelang merupakan tempat yang cocok untuk olahraga, khususnya lari. Dimana keadaan alam yang masih sejuk dan merupakan daerah pegunungan.

Berikut ini beberapa tempat wisata di magelang yang pernah saya kunjungi.

Alun – alun Magelang



Tujuan Lelarian saya kali ini ke alun – alun magelang di mana itu tujuan faforit saya ketika lelarian.saat itu Saya berangkat sekirat pukul 05.00 wib dimana udara masih sejuk dan nyaman untuk lelarian. Sepanjang perjalanan saya menikmati pemandangan pegunungan yang memang has daerang magelang. Jarak dari rumah saya menuju alun – alun magelang sekitar 10 km melalui jalan magelang-kopeng. Sesampainya saya di sanana saya sering mengitari alun = alun magelang sebanyak 5 putaran untuk menikmati pemandangan secara keseluruman. Di sana kita bisa melihat water tower magelang, patung diponegoro magelang dan di sekitaran alun – alun magelang kita akan melihat tempat peribadatan seperti masjid, gereja dan klenteng.


Candi Borobudur 
                                   
Foto candi Borobudur dari atas panggung Borobudur Internasional 10k

Lelarian di candi borodudur merupakan lelarian yang paling berkesan di tiap tahunnya. Kenapa di sini sangat berkesan? Karena selain kita bisa melihat candi Borobudur dari berbagai sudut dengan berlari, saya juga dapat merasakan sensasi perlombaan lari internasiona. Yaitu ajang Borobudur Internasional 10k yang di selenggaraka di bulan November tiap tahunnya. di ajang tersebut saya bisa bertemu teman - teman pelari dari berbagai daerah. Di ajang ini juga saya bisa berbincang dan berfoto dengan bapak gubernur tercinta pak Ganjar Pranowo. meskipun saya hanya bisa  melakukannya satu kali dalam setahun saya sudah cukup senang dan selalu ingin megulaginya di tahun berikutnya . Bagikalian mungkin yang ingi merasakan sensasibaru menikmati candi Borobudur dengan berlari datag aja di pertengahan bulan November atau bisa lihan di blog saya ini tentang pendaftaran Borobudur internasional 10k.


                                           Foto bersama pak Ganjar Pranowo
foto di candi borobudur


Ketep pass


Di ketep passlah  lelarian yang sedikit melelahkan bagi saya. 40 km jarak yang harus saya tempuh kali ini untuk menikmati pemandangan gunung merapi dari ketep pass. Rasa lelah itu terbayar lunas dengan pemandangan yang tergambar indah di lensa mata saya. Setiap sisi lensa mata ini seolah bercerita tentang keindahan yang tergambar. Suasana alam pegunungan yang sejuk, tenag, dan rindangnya pepohonang yang menjulang, memberikan kedamaian kepada setiap pengunjung.

Air Terjun kedung kayang



Perjalanan saya kali ini sedikit berbeda, meskipun tetap lelaria namun hanya saya lakukan di pintu masuk menuju air terjun. Sedangkan dari rumah menuju pintu masuk air terjun kedung kayang saya berkendara dengan roda dua kesayangan. Sesampainya di air terju langsung di sambut dengan gemericik air yang membasahi tubuh yang lelah karna lelarin dari pintu masuk. keindahan pemandangan air terjun ini memanjakan mata setiap penikmatnya termasuk saya pada saat itu.


Di lain waktu saya melanjutkan lelarian menelusuri kawasan wonosobo. Kemanakah saya lelaria di wonosobo kali ini? Berikut sedikit cerita tentang wisata yang saya kunjungi.

Bukit Sikunir



Perjalanan dari rumah saya tempuh dengan sepeda motor sampai penginapan di daerah sekitar gunung prahu. Karena sesampainya di penginapan sudah larut malam, saya memutuskan untuk bermalam telebih dahulu dan melanjutkan perjalanan esok hari. Sekitar pukul 04.30 WIB saya memulai perjalanan menuju bukit sikuner dengan sepeda motor. Perjalan dari penginapan menuju bukit sikuner sekitar 30 menit. Sesampainya ditempat parkir bukit sekunir, saya langsung melakukan pemanasan untuk lelaarin menuju puncak bukit sikuner. Sekitar pukul 05.10 WIB saya mulai perjalanan, sepanjang perjalan lensa mata menagkap pemandangan yang memanjakan mata. Awanyang menyelimuti bukit sikuner seolah-olah membawa saya berada di atas awan. Setelah beberpa saat menanti, yang di di tunggu-tunggu menempakkan wujutnya. Orang-orang sering menyebutnya golden sunrise.

itu sedikit tentang petualanggan saya lelarian menyusuru keindahan jawa tenggah. sebenarnya masih banyak tempat tempat yang saya kunjungi tapi karena terbatasnya waktu, saya tidak bisa menuliskan di kesempatan kali ini. mungkin di kesempatan yang lain akan saya ceritakan kepada para pembaca.

catatan " artikel ini saya ikutkan dalam lomba utama blogjateng 2015" saya minta do'a dari para pembaca semoga di berik kemenangan. amin

Tuesday, January 24, 2012

Museum kereta yogyakarta

Di sekitar area Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, terdapat sebuah museum khusus yang tidak ditemui di tempat lain. Museum itu adalah Museum Kereta Keraton Yogyakarta. Kereta-kereta tersebut dulunya merupakan kendaraan utama Kasultanan Yogyakarta yang digunakan baik untuk kepentingan Keraton maupun pribadi.
Keberadaan Museum Kereta sudah dirintis pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Kereta koleksi museum ini telah berusia puluhan bahkan ada yang mencapai usia ratusan tahun. Beberapa masih digunakan dalam upacara-upacara kebesaran Keraton. Adapun kereta yang tidak pernah digunakan lagi dikarenakan pertimbangan faktor usia dan sejarah yang pernah dilalui kereta-kereta tua tersebut.
Secara ringkas, bila disusun berdasar tahun pembuatan atau pembeliannya, kareta-kareta tersebut dirinci sebagai berikut.
  1. Kareta Kanjeng Nyai Jimad. Kerata ini merupakan pusaka Kraton, dibuat oleh Belanda pada tahun 1750. Kereta ini adalah hadiah dari Spanyol yang pada saat itu sudah memiliki hubungan dagang dengan pihak kerajaan. Kereta ini digunakan sebagai alat transportasi sehari-hari oleh Sri Sultan HB I-III. Kereta ini ditarik oleh delapan ekor kuda. Kondisi seluruhnya masih asli. Pegas kereta ini terbuat dari kulit kerbau. Setiap tahun, pada bulan satu Suro (Muharram), dilakukan upacara pemandian untuk kereta ini .
  2. Kareta Mondro Juwolo. Kereta ini adalah kereta yang dipakai oleh Pangeran Diponegoro.  Kereta ini dibuat oleh Belanda tahun 1800 dan ditarik oleh enam ekor kuda.
  3. Kareta Kyai Manik Retno. Kereta ini dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan HB IV, tahun 1815. Kereta ini dibuat oleh Belanda. Kereta ini digunakan oleh sultan bersama dengan permaisuri. Kereta untuk pesiar ini ditarik oleh empat ekor kuda.
  4. Kareta Kyai Jolodoro. Kereta ini dibuat Belanda pada tahun 1815 dan merupakan peninggalan Sri Sultan HB IV. Kereta Jolodoro adalah kareta pesiar. Kereta ini ditarik empat ekor kuda.
  5. Kareta Kyai Wimono Putro. Kereta ini dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VI, tepatnya tahun 1860. Digunakan pada saat upacara pengangkatan putra mahkota.  Kereta ini ditarik oleh enam ekor kuda. 
  6. Kareta Garudo Yeksa. Kereta ini dibuat oleh Belanda pada tahun 1861, yaitu pada masa Sri Sultan HB VI. Kereta ini digunakan untuk penobatan seorang sultan. Kereta ini ditarik delapan ekor kuda yang sama warna dan jenis kelaminnya. Kereta ini juga disebut Kareta Kencana (kareta emas). Semua yang ada di kereta ini masih asli termasuk simbol/lambang burung garuda yang terbuat dari emas 18 karat seberat 20 kg. Desain kereta datang dari Sri Sultan HB I. Pengendali kuda hanya satu orang. Kereta ini terahir dipakai untuk penobatan sultan yang ke X  pada tahun 1989. Kereta ini masih dapat dipakai sampai sekarang.
  7. Kareta Kyai Harsunaba. Kereta ini merupakan sarana transportasi sehari-hari dari masa Sri Sultan HBVI-VIII. Kereta ini dibeli pada tahun 1870 dan ditarik oleh empat ekor kuda.
  8. Kareta Kyai Jongwiyat. Kereta ini dibuat di Den Haag, Belanda, pada tahun 1880. Kereta ini adalah peninggalan Sri Sultan HB VII dan digunakan untuk manggala yudha atau dalam peperangan, misalnya untuk memeriksa barisan prajurit dan sebagainya.  Kareta ini ditarik oleh enam ekor kuda. Pada saat Sri Sultan HB X menikahkan putrinya, kareta ini kembali digunakan.  
  9. Kareta Roto Biru buatan Belanda pada tahun 1901, tepatnya pada masa Sri Sultan HB VIII. Kereta ini dinamakan Roto Biru karena didominasi oleh warna biru cerah yang melapisi kereta sampai ke bagian roda-nya. Dipergunakan untuk manggala yudha bagi panglima perang. Pada saat HB X menikahkan putrinya, kareta ini digunakan untuk mengangkut besan mertua. Kareta ini ditarik oleh 4 ekor kuda.
  10. Kareta Kus Sepuluh. Kereta ini adalah kereta buatan Belanda pada tahun 1901, yaitu pada masa Sri Sultan HB VIII. Aslinya adalah kereta Landower dan bisa dipergunakan untuk pengantin.  
  11. Kareta Kus Gading. Kereta ini dibeli pada masa Sri Sultan HBVIII. Kereta ini buatan Belanda pada tahun 1901 dan ditarik oleh empat ekor kuda.
  12. Kyai Rejo Pawoko. Kereta ini dibuat pada tahun 1901 pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VIII dan diperuntukkan sebagai sarana transportasi bagi adik-adik Sultan. Kereta ini ditarik oleh empat ekor kuda.  
  13. Kareta Landower. Kareta ini dibuat oleh Belanda pada jaman pemerintahan Sri Sultan HB VIII pada tahun 1901. Kereta ini ditarik oleh empat ekor kuda.
  14. Kareta Landower Wisman. Kereta ini dibeli dari Belanda pada tahun 1901, yakni pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VIII. Kereta ini digunakan sebagai sarana transportasi pada saat sultan melakukan penyuluhan pertanian. Kereta ini ditarik oleh empat ekor kuda.
  15. Kareta Landower. Kereta ini dibeli pada masa Sri Sultan HB VIII pada tahun 1901. Kereta ini buatan Belanda. Kereta ini ditarik oleh empat ekor kuda.
  16. Kareta Premili. Kareta ini dirakit di Semarang pada tahun 1925 dengan suku cadang yang didatangkan langsung dari Belanda. Kereta ini digunakan untuk menjemput penari-penari Kraton. Kereta yang ditarik oleh empat ekor kuda ini.
  17. Kareta Kyai Kutha Kaharjo. Kereta ini Dibeli pada jaman pemerintahan Sri Sultan HB IX, dan dibuat di Berlin pada tahun 1927. Digunakan untuk mengiringi acara-acara yang diselenggarakan oleh Kraton, kereta ini ditarik oleh empat ekor kuda.
  18. Kareta Roto Praloyo. Kereta ini merupakan kareta jenazah yang dibeli pada masa Sri Sultan HB VIII pada tahun 1938. Kereta inilah yang membawa jenazah Sultan hamengkubuwono IX dari Keraton menuju Imogiri. Kereta ini ditarik oleh 8 ekor kuda.
  19. Kareta Kyai Jetayu. Kereta ini dibeli pada masa Sri Sultan HB VIII pada tahun 1931. Kereta yang diperuntukkan sebagai alat transportasi bagi putri-putri Sultan yang masih remaja ini, ditarik oleh empat ekor kuda dengan pengendali yang langsung berada di atas kuda.
  20. Kareta Kapulitin. Merupakan kareta untuk pacuan kuda/bendi. Kereta dibeli pada jaman pemerintahan Sri Sultan HB VII yang memang menggemari olah raga berkuda. Kareta ini hanya ditarik oleh seekor kuda saja.
  21. Kareta Kyai Puspoko Manik. Kareta ini dibuat di Amsterdam, Belanda. Kereta ini digunakan sebagai sarana pengiring acara-acara Kraton termasuk untuk pengiring pengantin. Kereta ini ditarik oleh empat ekor kuda.
  22. Kareta Landower Surabaya. Kareta ini sudah dipesan dari masa Sri Sultan HB VII namun baru bisa dipakai pada saat masa pemerintahan Sri Sultan HB VIII. Kereta ini buatan Swiss dan digunakan sebagai sarana transportasi penyuluhan pertanian di Surabaya.
  23. Kyai Noto Puro. Kereta ini dibuat di Belanda pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VII. Kereta ini digunakan untuk aktivitas dalam peperangan. Saat ini bentuk fisiknya sudah mengalami renovasi. Kereta ini ditarik oleh empat ekor kuda.
Kareta-kareta tersebut setiap tahun dibersihkan melalui ritual yang disebut Jamasan. Dalam acara Jamasan itu, semua yang terlibat dalam upacara harus laki-laki dan mengenakan pakaian adat Yogyakarta lengkap dengan surjan dan blangkon. 
                                           foto bersama salah satu narasumber

Selain prosesi upacara, ada satu hal lagi yang unik dan menarik. Salh satu narasumber mengatakann “Selama prosesi jamasan itu, banyak penonton yang umumnya kaum tua berdesakan di sekitar kereta pusaka. Mereka menunggu dengan sabar untuk memperoleh air bekas mencuci kereta, yang dalam bahasa setempat sering diistilahkan sebagai “ngalap berkah”. Hingga sekarang, masih banyak warga yang percaya bahwa air bekas cucian kereta berkhasiat memberikan kesuburan bagi sawah, panjang umur, serta kesehatan. Bahkan tak sedikit yang membasuh wajah dengan air bekas cucian kereta yang mereka kumpulkan dari got di sekitar tempat upacara”.